Latest Entries »

Sebenarnya sudah berapa kali matahari mengelilingi galaksi sebagai bintang?
Sebenarnya sudah berapa kali bumi mengelilingi matahari sebagai planet?
Sebenarnya sudah berapa kali bulan mengelilingi bumi sebagai satelit?
Siklus. Perjalanan melingkar. Petualangan seribu tahun cahaya. Dari ledakan alam semesta menuju cinta yang merupakan peperangan antara rindu dengan cemburu …
Sampai pusing memikirkannya …

Hai, selamilah kalbumu. Adakah kautemukan mutiara? Ataukah mungkin kau mencari sesuatu yang lain? Lantas kau merasa ada sesuatu yang hilang.
“Aku tidak akan pernah menyerah”
Demikianlah katamu. Selalu saja over romantik. Sesekali kau memandangi langit dari planet bumi yang mungil. Entah apa yang kau pikirkan.
“Aku memikirkan apa saja”
Katamu lagi sambil mereguk secangkir kopi panas. Mungkin rasamu pun ikut mengepul dari bumi ke langit. Mencakrawala. Cinta? Mungkin. Entah. Pasrah saja. Kepusinganmu seperti “kebul” yang mengawan. Love Is A Waste Of Time. Benarkah?
“Aku pun tidak tahu untuk kesekian kalinya”
“Ah, mellow”
“Biar saja”
Katamu lagi. Akal manusia hanya akan menggelepar sia-sia. Ego yang tidak akan pernah egois.
The …

Jangan pernah sekalipun mengikutiku. Sungguh. Aku tersesat di jalan yang bernama kehidupan. Ikutilah yang menuju kebenaran. Aku tidak mau menyebutkannya secara gamblang. Toh semuanya adalah cinta. Pun tak bisa kudefinisikan dengan signifikan. Akal hanya akan menggelepar saja. Kau tahu? Tidak berguna sama sekali. Mungkin deretan huruf yang dihubungkan menjadi kata disambung menjadi kalimat adalah sesuatu yang dapat disebut sebagai tulisan. Entah. Puisi adalah sesuatu yang indah juga. Kalau kau mau menyelaminya dengan keutuhan hati maka menjadi sesuatu yang listrik. Hai, ketelanjangan rasa adalah sesuatu yang tak dapat dipahami pada citra bahasa, sastra maupun seni. Kau dapat menganggap bahwa manusia pecinta keindahan yang bahasa, sastra maupun seni adalah aneh. Tertawakanlah. Kalau perlu katakan saja, “konyol”. Sampai suatu saat nanti kau pun diam-diam jatuh hati pada keanehan. Mungkin sesekali kau perlu berpikir tentang keindahan. Tidakkah ada yang buruk? Kebaikan selalu saja lahir. Kau tahu? Puisi, mungkin aku pun jatuh hati dengan puisi untuk yang kesekian kalinya …

Cinta memabukkanmu tanpa anggur. Ibarat matahari yang menjadikan bulan sebagai malam. Ibarat langit yang menjadikan bumi sebagai planet. Ibarat galaksi yang menjadikan matahari sebagai bintang. Akan tetapi, pada saat yang bersamaan juga cinta menyadarkanmu tentang kesetiaan. Nah, pusing kan?

Kau tidak akan pernah tahu tentang kebenaran kecuali menjadi kebenaran itu sendiri. Bagaimanakah kau dapat menjelaskan tentang sesuatu hal? Setiap pengulangan adalah paradoks yang harus diselesaikan. Dari awal ke akhir. Terus menerus tanpa henti. Kau harus memenangi peperangan cinta atas dirimu sendiri. Hati adalah medan antara rindu dengan cemburu. Altar bagi para pecinta yang menjahit sobekan waktu dengan kesetiaan. Demikianlah aliran konstan alam semesta. Yang hidup tidak akan pernah mati. Yang lahir tetap akan terus bangkit. Keabadian adalah perubahan yang berlangsung selamanya. Siklus di dalam dunia roh. Cinta adalah nyawa bagi kehidupan. Ia sama sekali tidak membutuhkan nama. Justru namalah yang digunakan untuk mengenalinya. Tidakkah ada cinta yang diciptakan kecuali cahaya? Inti keberadaan alam semesta.

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Cacatan Aqied

eat, coffee, and travel

Win Won

from my camera lens

Vindurse

Silakan untuk dilupakan

Remember When

Just try to capture the moment, then you will always remember when.

Rumah Puisi Beni Guntarman

Puisi itu indah. Nikmati keindahannya!

kata dan rasa

hanya kata-kata biasa dari segala rasa yang tak biasa

Agent Saras

RAWR! We have so much missions, agent!

J a r i H a t i

ketikan kata tanpa dusta

andr

di dalam malam

NgimpiMabur

Jika Dia kehendaki jadi maka jadilah

bcrita.com

Bercerita Mengenai Informasi dan Inspirasi Terkini